“`html
COVID panjang menurunkan kualitas hidup orang dewasa Jepang secara permanen
Studi terbaru mengungkapkan bahwa COVID panjang secara mendalam memengaruhi kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan orang dewasa di Jepang. Orang yang terkena kondisi ini memiliki skor kualitas hidup yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak menderitanya, dan penurunan ini berlanjut selama satu tahun setelah infeksi awal. Di antara peserta, mereka yang memiliki penyakit paru-paru yang sudah ada sebelumnya mengalami penurunan kesejahteraan yang bahkan lebih mencolok.
Para peneliti telah mengidentifikasi tiga kelompok pasien COVID panjang yang berbeda, diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan dan sifat gejala mereka. Kelompok pertama, yang paling banyak, menunjukkan gejala ringan dan jarang, tetapi kualitas hidup mereka tetap lebih rendah dibandingkan orang yang tidak terkena. Kelompok kedua ditandai dengan sakit kepala, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat yang persisten. Kelompok ketiga, meskipun lebih sedikit, menderita gejala yang lebih parah dan beragam, seperti kelelahan ekstrem, batuk, nyeri, dan kehilangan energi. Kualitas hidup mereka pun turun drastis, mencapai tingkat yang sangat rendah.
Wanita, dewasa muda, dan orang dengan indeks massa tubuh rendah atau gangguan psikologis sebelumnya terutama rentan. Kualitas hidup mereka menurun lebih jauh, terutama dalam aspek sosial, emosional, dan fisik. Bahkan peningkatan ringan dalam jumlah gejala COVID panjang menyebabkan penurunan kesejahteraan umum yang signifikan.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kelelahan, sakit kepala, nyeri, dan masalah pernapasan termasuk di antara gejala yang paling sering dialami oleh pasien yang paling terdampak. Gangguan ini, jika berlanjut, sangat membatasi aktivitas sehari-hari, interaksi sosial, dan vitalitas. Orang dengan riwayat penyakit paru-paru melihat kualitas hidup mereka menurun secara lebih nyata, bahkan setelah mereka pulih dari infeksi akut.
Studi ini menekankan pentingnya pemantauan medis jangka panjang dan penanganan yang sesuai bagi pasien COVID panjang, terutama bagi mereka yang memiliki beberapa gejala atau kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Intervensi harus menargetkan baik aspek fisik maupun mental, guna membatasi dampak jangka panjang dari kondisi ini terhadap kehidupan individu.
“`
À propos de nos sources
Publication originale
DOI : https://doi.org/10.1007/s11136-026-04284-y
Titre : Impact of long COVID on health-related quality-of-life among Japanese adults: findings of CARE Japan study
Revue : Quality of Life Research
Éditeur : Springer Science and Business Media LLC
Auteurs : Sabera Sultana; Yusuke Asai; Haruhiko Ishioka; Shinichiro Ikeda; Anna Ohtera; Nobuaki Matsunaga; Norio Ohmagari; Shinya Tsuzuki